Ticker

6/recent/ticker-posts

Biografi Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki

Biografi Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki

Negara Turki atau disebut Turkiye dalam bahasa setempat adalah sebuah negara besar yang terdapat di wilayah Eurasia.

Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara. Negara ini dikenal sebagai negara transkontinental atau negara lintas benua.

Turki adalah satu-satunya negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam dan menganut paham sekuler.

Di Negara Turki urusan Agama terpisah dengan urusan negara dan pemerintahan. Sebagian besar penduduk Turki menganut agama Islam dengan persentase sebesar 99,8% umat muslim dari keseluruhan penduduk Turki.

Pada tanggal 10 Agustus 2014, Turki menggelar pemilihan presiden secara langsung untuk pertama kalinya setelah 91 tahun yang pada awalnya selama ini, Presiden Turki dipilih oleh parlemen.

Terdapat tiga calon yang maju dalam pemilihan presiden, salah satunya adalah Perdana Menteri Turki Erdoğan.

Dua calon lainnya adalah Ekmeleddin İhsanoğlu yang merupakan Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam sejak 2005, dan Selahattin Demirtas yang merupakan politisi etnis Kurdi di Turki.

Namun pada akhirnya, Erdoğan terpilih menjadi Presiden Turki ke-12, dengan memenangi pemilihan presiden dengan perolehan 52 persen suara yang mengalahkan dua pesaingnya.

Sebelum menjadi sesukses ini, Presiden Turki ini memiliki latar belakang kehidupan yang mungkin saja masih banyak orang yang belum tahu.

Negara Turki memiliki sejarah dan juga keunikan tersendiri, kamu dapat mengetahui hal itu melalui mesin pencari, yandex. Untuk itu yuk simak pembahasan berikut mengenai biografi singkat dari Presiden Turki saat ini yakni Recep Tayyip Erdogan.

Latar Belakang Kehidupan Seorang Recep Tayyip Erdogan

Erdogan

Recep Tayyip Erdogan lahir pada tanggal 26 Februari 1954, di kawasan Kasimpasa Istanbul, Turki, dari pasangan Ahmet Burak Erdoğan dan Necmettin Bilal Erdoğan.

Masa kecilnya dihabiskan di Rize pesisir Laut Hitam, di karenakan sang ayah bekerja sebagai penjaga pantai. Ketika ia berusia 13 tahun, barulah keluarganya kembali ke kota Istanbul.

Erdoğan kecil kemudian melanjutkan tumbuh kembangnya di daerah Kasımpasa Istanbul.Karena ia terlahir dikeluarga yang menengah, kemudian Erdogan bekerja menjual limun dan roti wijen di jalanan pada usia remaja.

Di Kasımpasa ia mengenal kondisi masyarakat miskin perkotaan, sekaligus mengenal solidaritas masyarakat Kasımpasa.

Sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia sepak bola, ia juga berbakat di di dalam bidang olahraga yang satu ini.

Erdogan muda sempat mengikuti sejumlah kompetisi selama beberapa tahun. Keahliannya dikabarkan bahkan menarik minat klub-klubsepak bola terbaik loh.

Namun sayang, langkahnya harus terhenti karena ayahnya tidak mendukungnya untuk melanjutkan prestasinya dalam bidang bola.

Kemudian orang tuannya menyuruhnya untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Imam Hatip Istanbul yang religius.

Di sana, dia terlibat dengan Asosiasi Pelajar Nasional Turki, dan lulus ujian untuk mendapatkan diploma dari Eyup High School juga.

Setelah selesai belajar disana, pada tahun 1981 dia pun melanjutkan pendididkannya ke Universitas Marmara dan mengambil jurusan ekonomi dan bisnis.

Setelah lulus, dia bekerja sebagai akuntan dan manajer di sektor swasta. Pada tahun 1983, Erdogan kembali ke politik melalui Partai Kesejahteraan, dan terpilih menjadi Bupati Beyoglu pada 1984.

Di tahun berikutnya, ia terpilih sebagai Walikota Istanbul yang diangkat ke Dewan Eksekutif Pusat.

Akan tetapi pada Desember 1997, Erdogan mendapat kecaman serius. Dia diketahui secara terbuka membacakan puisi yang berisi: "Masjid adalah barak kami, kubah helm kami, menara bayonet kami dan tentara kami yang setia."

Akibat insiden itu, dia didakwa karena melanggar hukum sekuler Turki dan dituduh menghasut kebencian agama.

Erdogan pun dipaksa mundur sebagai walikota dan turun dari jabatan publik, serta akhirnya menjalani hukuman empat bulan penjara, yakni hingg pada tahun 1999.

Setelah hukuman penjaranya selesai, Erdogan ikut mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada 2001.

Kemudian dia terpilih kembali untuk posisi perdana mentri Turki untuk yang kedua kali, pada tanggal 9 Maret 2003.

Setelah Erdogan menyerukan pemilihan Presiden pada awal 2018, partai-partai oposisi melakukan perlawanan penuh semangat dalam upaya untuk menghentikan konsolidasi kekuasaannya.

Namun, petahana memperoleh 53 persen suara yang dilaporkan dalam pemilihan 24 Juni, dan cukup untuk menghindari putaran kedua dengan runner-up, Muharrem Ince.

Dan pada akhirnya, Recep Tayyip Erdogan terpilih menjadi Presiden Turki ke-12, dengan perolehan sebanyak  52 persen suara dan mengalahkan dua pesaingnya.

Nah, itulah biografi singkat dari seorang Presiden Turki saat ini , yakni Recep Tayyip Erdogan. Semoga informasi kami dapat berguna.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar