Langsung ke konten utama

Sejarah Pembentukan PPKI, Anggota, dan Sidangnya

PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang jika dalam bahasa Jepang disebut dengan dokuritsu junbi inkai . PPKI ditugaskan untuk melanjutkan kegiatan BPUPKI setelah BPUPKI dibubarkan oleh pasukan Jepang pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI awalnya memiliki 21 anggota, namun akhirnya PPKI menambah 6 anggota lagi tanpa diketahui oleh pihak Jepang. PPKI diresmikan oleh Jenderal Terauchi pada tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Peresmian ini dihadiri oleh Ir. Soekarno, Dr. Mohammad Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat. PPKI didirikan untuk mendapatkan simpati dari kelompok-kelompok dan orang-orang Indonesia yang ingin membantu Jepang dalam Perang Pasifik 1943. Saat itu, Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia melalui Perjanjian Kyoto. Sejarang Pembentukan PPKI Keadaan Jepang pada akhir Perang Dunia II berada di bawah tekanan yang meningkat dari Sekutu. Menyadari posisi Jepang yang melemah dan ketidakpastian nasib Indonesia, para

Pembahasan Konferensi Asia Afrika Pertama berada di Indonesia

 


Setelah berakhirnya Perang Dunia II, dunia terbagi menjadi dua blok, Blok Barat dan Blok Timur. Blok barat terdiri dari negara-negara dengan paham liberalis dan blok timur terdiri dari negara-negara dengan paham komunis. Keduanya memperebutkan pengaruh pada negara-negara lain.

Dikarenakan situasi yang seperti ini, Indonesia dan negara-negara netral lainnya menggagaskan Konferensi Asia-Afrika. Pada tanggal 18-25 April 1955 diselenggarakan Konferensi Asia Afrika atau KAA pertama di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat. Ali Sastroamidjojo memimpin rapat dan dibuka oleh Presiden Sukarno.

Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika tidak terlepas dari konferensi Kolombo pada tanggal 28 April-2 Mei 1954. Dari konferensi ini lahirlah KAA, konferensi pertama yang mewakili 29 negara dari kawasan Asia-Afrika. Konferensi KAA digagas oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dalam konferensi Colombo.

KAA disponsori oleh lima negara dari Konferensi Kolombo, diundang oleh Perdana Menteri Indonesia ke konferensi di Bogor, Jawa Barat. Lima negara tersebut adalah Burma, Ceylon, India, Indonesia dan Pakistan.

Kelima negara ini mempunyai masalah mereka masing-masing, diantaranya yaitu :

- Keengganan Barat untuk berunding terkait nasib bangsa Asia

- Ketegangan antara China dan Amerika Serikat

- Keinginan untuk menciptakan perdamaian dengan China dan Barat

- Perlawanan terhadap kolonialisme, terutama pengaruh Perancis di Afrika Utara

- Sengketa Indonesia dengan Belanda atas Irian Jaya

Selain kelima negara penyelenggara, peserta Konferensi Asia Afrika juga berasal dari Afrika, Asia, hingga Timur Tengah. Diantaranya ada Afghanistan, Kamboja, China, Mesir, Ethiopia, Ghana, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Nepal, Filipina, Arab Saudi, Sudan, Suriah, Thailand, Turki, Yaman, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.


Lokasi pertemuan dilaksanakan di Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun. 12 hotel dan 31 bungalow di sepanjang Jalan Chipaganti, Lembang dan Qiumbruit, termasuk Hotel Preanggar, dipilih untuk akomodasi peserta konferensi yang menampung sekitar 1.500 orang. Selain itu, akomodasi akan disediakan untuk 500 jurnalis dari dalam maupun luar negeri.

Di KAA Bandung, mereka membahas isu negara terutama negara berkembang bekas jajahan barat. Dimulai dengan isu perdamaian, peran negara berkembang dalam Perang Dingin, pembangunan ekonomi dan dekolonisasi.


Banyak peserta, terutama dari Afrika, mewakili dan menengahi aspirasi negara-negara yang masih dalam proses kemerdekaan.

Setelah delapan hari pertemuan, beberapa keputusan berhasil dibuat. Diantaranya adalah memajukan kerjasama antara negara-negara Asia dan Afrika di bidang sosial, ekonomi dan budaya, mendukung perjuangan melawan imperialisme, menegakkan keberadaan hak asasi manusia, dan berpartisipasi dalam pembentukan perdamaian dunia.

Selain itu, KAA juga telah menetapkan sepuluh prinsip yang tertuang dalam “Declarastion on The Promotion of World Peace and Corporation” atau yang dikenal dengan Dasasila Bandung. Salah satu keberhasilan Konferensi Asia-Afrika adalah meredakan ketegangan global setelah negara-negara imperialis kolonial meninggalkan jajahannya dalam Perang Dunia II demi lahirnya pemahaman Dunia Ketiga.

Selain perannya dalam mendukung perdamaian dunia, Konferensi Asia Afrika juga mendukung upaya Indonesia untuk membebaskan Irian Barat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Presiden RI ke-2, Soeharto sang Bapak Pembangunan

Jendral Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto, yang kita kenal sebagai Bapak Pembangunan, lahir pada tanggal 8 Juni 1921, di Yogyakarta. Presiden Soeharto adalah Presiden RI ke-2, menggantikan Presiden RI pertama, Seokarno. Soeharto lahir dari pasangan Kertosudiro, sang ayah yang berprofesi sebagai petani dan pembantu lurah, serta Sukirah, sang ibu. Namun, kabar kebenaran akan ayah kandung dari Soeharto masih menjadi sebuah pertanyaan besar. Karena beberapa sumber mengatakan bahwa, Soeharto yang pada saat itu berumur 6 tahun dibuang ke desa dan diasuh oleh Kertasudiro. Soeharto muda pernah bersekolah di Sekolah desa (SD) Puluhan , Godean. Kemudian pindah ke SD Pedes, dikarenakan sang ibu dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah ke Kemusuk, Kidul. Akan tetapi, Kertosudiro memindahkannya ke Wuryantoro, serta dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantra tani. Hingga akhirnya beliau terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Te

Biografi Singkat Kepala Negara Singapura, Lee Kuan Yew

Singapura adalah salah satu Negara kepulauan yang berada di ujung selatan Semenanjung Malaya, berjarak 137 km dari utara Khatulistiwa di Asia Tenggara. Republik Singapura di pisahkan oleh Negara Malaysia melalui Selat Johor di Utara dan Kepulauan Riau, Indonesia melalui Selat Singapura di Selatan. Kepala pemerintahan Negara Singapura adalah seorang Perdana Menteri. Perdana Menteri di Negeri Singa ini merupakan tokoh politik yang paling kuat dan paling berpengaruh. Singapura termasuk pusat perekonomian terbesar ketiga di dunia dan sudah menjadi kota metropolitan internasional yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan perekonomian internasional. Semua pencapaian yang diraih Negeri Singa ini tidak terlepas dari peran kepala pemerintahan Negara Singapura. Salah satu kepala Negara Singapura yang sangat berpengaruh dalam memajukan Singapura adalah Perdana Menteri pertama Negeri Singa, yaitu Lee Kuan Yew. Pengen tahu lebih banyak tentang Lee Kuan Yew? Berikut biografi singkat kepala N

Daftar Nama Negara Anggota PBB

Berdiri sejak 24 Oktober 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki tujuan utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia tidak hanya menaungi negara-negara yang menjadi anggotanya saja. Organisasi ini juga turut menaungi organisasi dunia lainnya yang juga mendukung kepentingan internasional antar negara, baik dibidang kesehatan, pendidikan, anak-anak dan masih banyak lagi. Awal berdirinya organisasi ini untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang dianggap telah gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II dari tahun 1939 – 1945. Bermula dibawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di tahun 1939, Franklin D. Roosevelt dipercaya menjadi orang pertama yang mencetuskan istilah United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa / PBB). Dan istilah tersebut diresmikan pada tanggal 1 Januari 1942, disaat terdapat 26 pemerintah negara yang berjanji untuk melanjutkan usaha perang dengan menandatangani Piagam Atlantik . Isi Piagam tersebut mencakup: 1. Tidak dibenarkan adanya usah