Langsung ke konten utama

Biografi Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia Periode 2004 – 2019

  Muhammad Jusuf Kalla merupakan seorang politikus Indonesia yang bergabung dengan Partai Golongan Karya. Dirinya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia selama dua periode. Pria yang populer dengan nama akronim JK ini, menjadi wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhonoyo dalam Kabinet Gotong Royong pada pemilu 2004. Penasaran dengan tokoh politik yang satu ini? berikut kami akan memberikan ulasan tentang biografi Jusuf Kalla. Langsung simak ulasan di bawah ini sampai selesai ya. Biografi Jusuf Kalla Muhammad Jusuf Kalla lahir di Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942. Dia merupakan anak ke-2 dari 17 bersaudara. Ayahnya bernama Haji Kalla dan ibunya Athirah, seorang pengusaha Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Jusuf Kalla menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Makassar pada 1967. Setelah lulus, JK melanjutkan pendidikan di The European Institut of Business Administration, Perancis (1977). Pad

Pembahasan Konferensi Asia Afrika Pertama berada di Indonesia

 


Setelah berakhirnya Perang Dunia II, dunia terbagi menjadi dua blok, Blok Barat dan Blok Timur. Blok barat terdiri dari negara-negara dengan paham liberalis dan blok timur terdiri dari negara-negara dengan paham komunis. Keduanya memperebutkan pengaruh pada negara-negara lain.

Dikarenakan situasi yang seperti ini, Indonesia dan negara-negara netral lainnya menggagaskan Konferensi Asia-Afrika. Pada tanggal 18-25 April 1955 diselenggarakan Konferensi Asia Afrika atau KAA pertama di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat. Ali Sastroamidjojo memimpin rapat dan dibuka oleh Presiden Sukarno.

Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika tidak terlepas dari konferensi Kolombo pada tanggal 28 April-2 Mei 1954. Dari konferensi ini lahirlah KAA, konferensi pertama yang mewakili 29 negara dari kawasan Asia-Afrika. Konferensi KAA digagas oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dalam konferensi Colombo.

KAA disponsori oleh lima negara dari Konferensi Kolombo, diundang oleh Perdana Menteri Indonesia ke konferensi di Bogor, Jawa Barat. Lima negara tersebut adalah Burma, Ceylon, India, Indonesia dan Pakistan.

Kelima negara ini mempunyai masalah mereka masing-masing, diantaranya yaitu :

- Keengganan Barat untuk berunding terkait nasib bangsa Asia

- Ketegangan antara China dan Amerika Serikat

- Keinginan untuk menciptakan perdamaian dengan China dan Barat

- Perlawanan terhadap kolonialisme, terutama pengaruh Perancis di Afrika Utara

- Sengketa Indonesia dengan Belanda atas Irian Jaya

Selain kelima negara penyelenggara, peserta Konferensi Asia Afrika juga berasal dari Afrika, Asia, hingga Timur Tengah. Diantaranya ada Afghanistan, Kamboja, China, Mesir, Ethiopia, Ghana, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Nepal, Filipina, Arab Saudi, Sudan, Suriah, Thailand, Turki, Yaman, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.


Lokasi pertemuan dilaksanakan di Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun. 12 hotel dan 31 bungalow di sepanjang Jalan Chipaganti, Lembang dan Qiumbruit, termasuk Hotel Preanggar, dipilih untuk akomodasi peserta konferensi yang menampung sekitar 1.500 orang. Selain itu, akomodasi akan disediakan untuk 500 jurnalis dari dalam maupun luar negeri.

Di KAA Bandung, mereka membahas isu negara terutama negara berkembang bekas jajahan barat. Dimulai dengan isu perdamaian, peran negara berkembang dalam Perang Dingin, pembangunan ekonomi dan dekolonisasi.


Banyak peserta, terutama dari Afrika, mewakili dan menengahi aspirasi negara-negara yang masih dalam proses kemerdekaan.

Setelah delapan hari pertemuan, beberapa keputusan berhasil dibuat. Diantaranya adalah memajukan kerjasama antara negara-negara Asia dan Afrika di bidang sosial, ekonomi dan budaya, mendukung perjuangan melawan imperialisme, menegakkan keberadaan hak asasi manusia, dan berpartisipasi dalam pembentukan perdamaian dunia.

Selain itu, KAA juga telah menetapkan sepuluh prinsip yang tertuang dalam “Declarastion on The Promotion of World Peace and Corporation” atau yang dikenal dengan Dasasila Bandung. Salah satu keberhasilan Konferensi Asia-Afrika adalah meredakan ketegangan global setelah negara-negara imperialis kolonial meninggalkan jajahannya dalam Perang Dunia II demi lahirnya pemahaman Dunia Ketiga.

Selain perannya dalam mendukung perdamaian dunia, Konferensi Asia Afrika juga mendukung upaya Indonesia untuk membebaskan Irian Barat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Organisasi Paling Dibenci di Amerika Serikat

  Di setiap negara pasti memiliki perbedaan politik atau keyakinan moral. Namun, kita harus memperlakukan semuanya secara sama sesuai dengan martabat dan hak asasi manusia. Berbeda perihal organisasi yang digeluti tentu saja hal biasa. Namun, beberapa organisasi justru mendorong untuk propaganda jahat atau terlibat dalam perilaku kekerasan. Dalam kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi tentang organisasi yang paling dibenci di Amerika Serikat karena tujuan berdirinya dianggap menyimpang. Apa saja? berikut ulasannya di bawah ini. 1. Antifa Organiasi paling dibenci di Amerika Serikat yang pertama adalah Antifa. Gerakan sayap kiri ekstremis ini dikenal beberapa tahun belakangan sebagai organisasi atau kumpulan sejumlah kelompok atau individu yang berbeda. Beberapa pendung Antifa fanatic bahkan menyembunyi wajah mereka di balik topeng dan disertai dengan senjata. Mereka juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan online Maudy Effrosina , mulai dari mengawasai kegiatan

Organisasi Mahasiswa Berbasis Islam Terbesar di Indonesia

  Organisasi mahasiswa berbasis Islam terbesar di Indonesia memberikan pengaruh kepada kaum intelektual yang memiliki prinsip idealisme dan kepentingan pribadi. Kita mengetahui bahwa mahasiswa merupakan agen perubadan dan juga sebagai harapan untuk masa depan suatu bangsa dan negara. Pada 1998 menjadi saksi sejarah gemilang perjuangan para mahasiswa dalam memberikan perubahan dan tatanan bangsa Indonesia. Maka dari itu, mahasiswa khususnya yang beragama Islam harus mengetahui apa saja organisasi terbesar di Indonesia yang bisa mereka ikuti. Berikut ulasannya. 1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi keislaman di Indonesia yang dibentuk menjadi wadah bagi mahasiswa Muslim. HMI diprakarsai oleh 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam pada 5 Februaru 1947 dan menjadi salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia. Sebelum terbentuknya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah ada organisasi kemahasiswaan yang bernama Perserikatan Maha

Biografi Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang Masuk dari 100 Wanita Berpengaruh di Dunia

  Sri Mulyani Indrawati merupakan seorang ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2016 sampai sekarang. Tahukah kamu bahwa Sri Mulyani masuk dalam jajaran 100 wanita berpengaruh di dunia pada 2022 versi chord Roman Picisan dan Majalah Vorbes? Banyak prestasi yang telah diraih Menteri Kuangan di era Jokowi ini, salah satunya pernah diangkat menjadi Direktur Pelaksanan Bank Dunia dengan masa jabatan 2006 sampai 2010 di peringkat ke-47. Penasaran bagaimana sosoknya? Berikut kami akan memberikan informasi tentang biografi Sri Mulyani terlengkap, simak sampai selesai ya. Profil Sri Mulyani Melansir dari situs resmi slot deposit dana gelora188 Kementerian Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati lahir di Tanjung Karang, Lampung pada 26 Agustus 1962. Ia merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Orang tuanya bernama Prof. Satmoko dan Prof.Dr. Retno Sriningsih Satmoko. Diketahui, orang tua ekonom Inodnesia ini merupakan guru besar IKIP Semaran