Langsung ke konten utama

Sejarah Pembentukan PPKI, Anggota, dan Sidangnya

PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang jika dalam bahasa Jepang disebut dengan dokuritsu junbi inkai . PPKI ditugaskan untuk melanjutkan kegiatan BPUPKI setelah BPUPKI dibubarkan oleh pasukan Jepang pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI awalnya memiliki 21 anggota, namun akhirnya PPKI menambah 6 anggota lagi tanpa diketahui oleh pihak Jepang. PPKI diresmikan oleh Jenderal Terauchi pada tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Peresmian ini dihadiri oleh Ir. Soekarno, Dr. Mohammad Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat. PPKI didirikan untuk mendapatkan simpati dari kelompok-kelompok dan orang-orang Indonesia yang ingin membantu Jepang dalam Perang Pasifik 1943. Saat itu, Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia melalui Perjanjian Kyoto. Sejarang Pembentukan PPKI Keadaan Jepang pada akhir Perang Dunia II berada di bawah tekanan yang meningkat dari Sekutu. Menyadari posisi Jepang yang melemah dan ketidakpastian nasib Indonesia, para

Membahas Pertemuan John F. Kennedy Dan Presiden Soekarno

 


Meski presiden AS terus berganti, hubungan antara Indonesia dan AS masih berlanjut dengan baik hingga saat ini. Ini juga terjadi pada  1950-an dan 1960-an. Setelah menjalani  dua periode, Dwight Eisenhower digantikan oleh Demokrat John F. Kennedy.

Saat itu, Amerika Serikat menghadapi momen lain untuk merespon situasi politik di Indonesia. Setelah kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat pada tahun 1956, Soekarno juga melakukan perjalanan ke Uni Soviet.

Komitmen Soekarno untuk menjaga hubungan baik dengan Uni Soviet membuat Amerika Serikat "panas". Padahal, Indonesia berupaya menegakkan prinsip negara yang non blok dan asing yang bebas aktif.

Persahabatan mereka dimulai pada tahun 1961 ketika John F. Kennedy mengundang Soekarno ke Amerika Serikat untuk membahas hubungan kedua negara dan dunia internasional. Soekarno dengan senang hati menerima undangan itu. Ketika Soekarno tiba di Washington, D.C., ada hal yang berbeda dengan kedatangan para pemimpin lain di Amerika, seperti John F. Kennedy menyambut Bung Karno.

Pertemuan pertama mereka tidak sebatas  persahabatan antara kedua negara, dan tujuan Kennedy adalah membujuk Bung Karno untuk melepaskan pilot Amerika yang terperangkap di Indonesia timur.

Masalah Irian Barat juga merupakan masalah serius bagi Indonesia. Indonesia ingin Irian Barat kembali ke  Indonesia. Meski Belanda tetap berusaha  mempertahankannya sebagai koloni.

Soekarno mencoba mendekati Amerika Serikat untuk menekan Belanda. Presiden Kennedy menerima usul dari para penasihatnya untuk mengundang Soekarno ke Amerika Serikat.

Pertemuan Soekarno dengan John F. Kennedy

Sebelumnya, John F. Kennedy  mengunjungi Indonesia pada tahun 1957 sebagai anggota Kongres AS. Selama di Jakarta, Kennedy mulai menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang bebas dan aktif.

Akhirnya, pada 24 April 1961, Soekarno menerima undangan  Presiden Amerika Serikat yang ke-35  itu. Pesawat Pan Am dipercaya untuk membawa Soekarno dan rombongan.

Delegasi Indonesia tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andrews pada pukul 10.00 WIB. Bagaikan tamu penting, Kennedy menyambut kedatangan pemimpin Indonesia itu dan langsung menuju Washington.

Baskara T. Wardaya, dalam Indonesia Against America: The Cold War Conflict 1953-1963 (2008), mengungkapkan bahwa pembicaraan antara kedua  negara tingkat tinggi tersebut terkait dengan masalah Irian Barat dan dunia internasional.

Kennedy membuka pembicaraan dengan menanyakan  pentingnya Irian Barat bagi Indonesia. Apalagi menurut Kennedy, orang-orang yang tinggal di  Papua saat ini adalah orang-orang dengan ras Melanesia. Selain itu, Belanda memiliki  keuangan yang lebih stabil  untuk mengelola daerah ini.

“Kenapa Irian Barat?” kata Kennedy. Soekarno menjawab dengan tegas  bahwa Irian Barat adalah wilayah Indonesia dan harus dikembalikan ke tanah asalnya, Indonesia.

Pendapat Soekarno

Dalam pertemuan tersebut, Soekarno juga memaparkan tentang Irian Barat  bagi Indonesia. Dia menjelaskan bahwa tidak semua orang di Amerika Serikat juga  berkulit putih. Keragaman ras yang berbeda adalah ciri khas Indonesia. Orang-orang dari semua ras, dari Sumatera hingga Maluku, senang menjadi bagian dari Indonesia.

“Karena daerah ini adalah bagian dari negara kami. Orang Dayak Kalimantan seperti orang Papua di Irian Barat. Hawaii adalah bagian dari Amerika Serikat, tetapi mereka adalah ras yang berbeda. Orang kulit hitam. adalah ras yang berbeda, ” kata Soekarno kepada John F. Kennedy. 

Pembicaraan Soekarno-Kennedy dilakukan secara terbuka, tetapi pada dasarnya tidak tercapai kesepakatan mengenai masalah Irian Barat. Amerika Serikat harus menjaga hubungan baik dengan Belanda. Karena Belanda adalah sekutu penting  NATO yang melindungi Eropa Barat. Amerika Serikat juga tidak ingin Indonesia terpengaruh oleh komunisme  Soviet.  Menteri Luar Negeri AS, Dean Rusk Kennedy mendesak Kennedy untuk membawa kontroversi tersebut ke  PBB.

Akhirnya, pada pertengahan tahun 1961, masalah Irian Barat secara resmi dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Indonesia menanggapi rencana ini  dengan memperkenalkan Trikora (Tri Komando Rakyat) pada Desember 1961.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Presiden RI ke-2, Soeharto sang Bapak Pembangunan

Jendral Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto, yang kita kenal sebagai Bapak Pembangunan, lahir pada tanggal 8 Juni 1921, di Yogyakarta. Presiden Soeharto adalah Presiden RI ke-2, menggantikan Presiden RI pertama, Seokarno. Soeharto lahir dari pasangan Kertosudiro, sang ayah yang berprofesi sebagai petani dan pembantu lurah, serta Sukirah, sang ibu. Namun, kabar kebenaran akan ayah kandung dari Soeharto masih menjadi sebuah pertanyaan besar. Karena beberapa sumber mengatakan bahwa, Soeharto yang pada saat itu berumur 6 tahun dibuang ke desa dan diasuh oleh Kertasudiro. Soeharto muda pernah bersekolah di Sekolah desa (SD) Puluhan , Godean. Kemudian pindah ke SD Pedes, dikarenakan sang ibu dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah ke Kemusuk, Kidul. Akan tetapi, Kertosudiro memindahkannya ke Wuryantoro, serta dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantra tani. Hingga akhirnya beliau terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Te

Biografi Singkat Kepala Negara Singapura, Lee Kuan Yew

Singapura adalah salah satu Negara kepulauan yang berada di ujung selatan Semenanjung Malaya, berjarak 137 km dari utara Khatulistiwa di Asia Tenggara. Republik Singapura di pisahkan oleh Negara Malaysia melalui Selat Johor di Utara dan Kepulauan Riau, Indonesia melalui Selat Singapura di Selatan. Kepala pemerintahan Negara Singapura adalah seorang Perdana Menteri. Perdana Menteri di Negeri Singa ini merupakan tokoh politik yang paling kuat dan paling berpengaruh. Singapura termasuk pusat perekonomian terbesar ketiga di dunia dan sudah menjadi kota metropolitan internasional yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan perekonomian internasional. Semua pencapaian yang diraih Negeri Singa ini tidak terlepas dari peran kepala pemerintahan Negara Singapura. Salah satu kepala Negara Singapura yang sangat berpengaruh dalam memajukan Singapura adalah Perdana Menteri pertama Negeri Singa, yaitu Lee Kuan Yew. Pengen tahu lebih banyak tentang Lee Kuan Yew? Berikut biografi singkat kepala N

Daftar Nama Negara Anggota PBB

Berdiri sejak 24 Oktober 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki tujuan utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia tidak hanya menaungi negara-negara yang menjadi anggotanya saja. Organisasi ini juga turut menaungi organisasi dunia lainnya yang juga mendukung kepentingan internasional antar negara, baik dibidang kesehatan, pendidikan, anak-anak dan masih banyak lagi. Awal berdirinya organisasi ini untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang dianggap telah gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II dari tahun 1939 – 1945. Bermula dibawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di tahun 1939, Franklin D. Roosevelt dipercaya menjadi orang pertama yang mencetuskan istilah United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa / PBB). Dan istilah tersebut diresmikan pada tanggal 1 Januari 1942, disaat terdapat 26 pemerintah negara yang berjanji untuk melanjutkan usaha perang dengan menandatangani Piagam Atlantik . Isi Piagam tersebut mencakup: 1. Tidak dibenarkan adanya usah