Langsung ke konten utama

Biografi Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia Periode 2004 – 2019

  Muhammad Jusuf Kalla merupakan seorang politikus Indonesia yang bergabung dengan Partai Golongan Karya. Dirinya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia selama dua periode. Pria yang populer dengan nama akronim JK ini, menjadi wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhonoyo dalam Kabinet Gotong Royong pada pemilu 2004. Penasaran dengan tokoh politik yang satu ini? berikut kami akan memberikan ulasan tentang biografi Jusuf Kalla. Langsung simak ulasan di bawah ini sampai selesai ya. Biografi Jusuf Kalla Muhammad Jusuf Kalla lahir di Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942. Dia merupakan anak ke-2 dari 17 bersaudara. Ayahnya bernama Haji Kalla dan ibunya Athirah, seorang pengusaha Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Jusuf Kalla menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Makassar pada 1967. Setelah lulus, JK melanjutkan pendidikan di The European Institut of Business Administration, Perancis (1977). Pad

Profil WHO, Badan Kesehatan Dunia

 


Pandemi Covid-19 masih melanda banyak negara di dunia dan semua pihak terus bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak terkecuali dan memainkan peran penting dalam urusan kesehatan masyarakat global. Usulan, rekomendasi, dan larangan yang dikeluarkan oleh salah satu badan PBB tersebut menjadi acuan bagi pemerintah untuk selanjutnya diterapkan kepada masyarakat di bidang ini.

Namun baru-baru ini, beberapa negara mengancam akan menarik diri dari keanggotaan WHO, dengan alasan serangkaian ketidaksepakatan tentang cara menangani pandemi. Misalnya, di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengancam akan mengakhiri hubungan dengan WHO karena gagal menerapkan reformasi yang diperlukan. Salah satunya meminta China untuk memberikan informasi setransparan mungkin tentang virus corona yang pertama kali terdeteksi di China. Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, juga mengancam akan meninggalkan badan kesehatan ini setelah niatnya untuk melonggarkan penguncian ditolak karena tingginya angka kematian di wilayah tersebut.

Tentang WHO


WHO adalah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didirikan pada tahun 1948, beberapa tahun setelah berdirinya PBB. Tujuan dari WHO adalah mengkoordinasikan kebijakan kesehatan internasional, khususnya di bidang penyakit menular. Keanggotaan WHO mencakup 194 negara di seluruh dunia yang tergabung dan menjalankan juga mengatur organisasi. Setiap negara anggota memilih delegasi yang ahli dibidangnya terutama bidang kesehatan untuk mewakilinya dalam badan pembuat kebijakan dan keputusan, Majelis Kesehatan Dunia.

Negara-negara Anggota ini memiliki kendali langsung atas kepemimpinan dan tata kelola organisasi. Majelis Umum bertanggung jawab untuk menunjuk Direktur Jenderal WHO, menetapkan agenda dan prioritas, serta meninjau dan menyetujui anggaran.

Keberhasilan WHO


WHO memiliki 150 kantor di seluruh dunia dan staf bekerja dengan pemerintah daerah untuk memberikan saran dan perawatan kesehatan. Dalam 70 tahun sejak berdirinya, WHO telah menorehkan banyak prestasi. Dari pemberantasan cacar, pengurangan kasus polio hingga hampir 100%, hingga merintis pemberantasan epidemi seperti Ebola dan demam berdarah. Namun WHO juga dikritik karena terlalu birokratis, dipolitisasi, dan bergantung pada donor besar.

Organisasi ini sebenarnya didanai oleh berbagai sumber termasuk organisasi internasional, sektor swasta, Negara Anggota dan PBB sebagai organisasi induk. Setiap Negara Anggota harus membayar biaya untuk bergabung dengan organisasi ini. Kontribusi ini disebut "kontribusi bernilai" dan dihitung berdasarkan kekayaan dan populasi masing-masing negara. Secara total, total kumulatif donasi yang dikumpulkan dari semua Negara Anggota hanya merupakan seperempat dari total anggaran atau pendanaan yang dipegang oleh WHO. Sebagian besar sisanya adalah karena “sumbangan sukarela” dari negara anggota dan mitra.

Amerika Serikat sejauh ini merupakan donor terbesar di antara semua Negara Anggota WHO. Pada 2018-2019, negara itu menyuntikkan $893 juta ke WHO. Mayoritas pendanaan bersifat sukarela, dengan kontribusi wajib sebesar $237 juta dan sisanya sebesar $656 juta dalam bentuk kontribusi. Sumbangan ini berjumlah 14,67% dari total sumbangan sukarela seluruh negara anggota. Sumbangan terbesar kedua, setelah Amerika Serikat, datang dari Bill and Melinda Gates Foundation. Yayasan memberi WHO $531 juta dalam pendanaan selama periode yang sama. Besar kecilnya dana sukarela ini sangat bergantung pada kemauan masing-masing negara.

Kontribusi lainnya dari total negara-negara utama kepada WHO (2018-2019)

* Amerika Serikat: 893 juta dollar AS

* Inggris Raya: 435 juta dollar AS

* Jerman: 292 juta dollar AS

* Jepang: 214 juta dollar AS

* China: 86 juta dollar AS

* Perancis: 76 juta dollar AS

* Rusia: 57 juta dollar AS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Organisasi Paling Dibenci di Amerika Serikat

  Di setiap negara pasti memiliki perbedaan politik atau keyakinan moral. Namun, kita harus memperlakukan semuanya secara sama sesuai dengan martabat dan hak asasi manusia. Berbeda perihal organisasi yang digeluti tentu saja hal biasa. Namun, beberapa organisasi justru mendorong untuk propaganda jahat atau terlibat dalam perilaku kekerasan. Dalam kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi tentang organisasi yang paling dibenci di Amerika Serikat karena tujuan berdirinya dianggap menyimpang. Apa saja? berikut ulasannya di bawah ini. 1. Antifa Organiasi paling dibenci di Amerika Serikat yang pertama adalah Antifa. Gerakan sayap kiri ekstremis ini dikenal beberapa tahun belakangan sebagai organisasi atau kumpulan sejumlah kelompok atau individu yang berbeda. Beberapa pendung Antifa fanatic bahkan menyembunyi wajah mereka di balik topeng dan disertai dengan senjata. Mereka juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan online Maudy Effrosina , mulai dari mengawasai kegiatan

Organisasi Mahasiswa Berbasis Islam Terbesar di Indonesia

  Organisasi mahasiswa berbasis Islam terbesar di Indonesia memberikan pengaruh kepada kaum intelektual yang memiliki prinsip idealisme dan kepentingan pribadi. Kita mengetahui bahwa mahasiswa merupakan agen perubadan dan juga sebagai harapan untuk masa depan suatu bangsa dan negara. Pada 1998 menjadi saksi sejarah gemilang perjuangan para mahasiswa dalam memberikan perubahan dan tatanan bangsa Indonesia. Maka dari itu, mahasiswa khususnya yang beragama Islam harus mengetahui apa saja organisasi terbesar di Indonesia yang bisa mereka ikuti. Berikut ulasannya. 1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi keislaman di Indonesia yang dibentuk menjadi wadah bagi mahasiswa Muslim. HMI diprakarsai oleh 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam pada 5 Februaru 1947 dan menjadi salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia. Sebelum terbentuknya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah ada organisasi kemahasiswaan yang bernama Perserikatan Maha

Biografi Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang Masuk dari 100 Wanita Berpengaruh di Dunia

  Sri Mulyani Indrawati merupakan seorang ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2016 sampai sekarang. Tahukah kamu bahwa Sri Mulyani masuk dalam jajaran 100 wanita berpengaruh di dunia pada 2022 versi chord Roman Picisan dan Majalah Vorbes? Banyak prestasi yang telah diraih Menteri Kuangan di era Jokowi ini, salah satunya pernah diangkat menjadi Direktur Pelaksanan Bank Dunia dengan masa jabatan 2006 sampai 2010 di peringkat ke-47. Penasaran bagaimana sosoknya? Berikut kami akan memberikan informasi tentang biografi Sri Mulyani terlengkap, simak sampai selesai ya. Profil Sri Mulyani Melansir dari situs resmi slot deposit dana gelora188 Kementerian Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati lahir di Tanjung Karang, Lampung pada 26 Agustus 1962. Ia merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Orang tuanya bernama Prof. Satmoko dan Prof.Dr. Retno Sriningsih Satmoko. Diketahui, orang tua ekonom Inodnesia ini merupakan guru besar IKIP Semaran