Ticker

6/recent/ticker-posts

Isi Deklarasi Konferensi Asia – Afrika (KAA)


Konferensi Asia – Afrika adalah  sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Pertemuan pertama yang berlangsung antara 18 – 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia, dipelopori oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India dan Pakistan.


Pertemuan yang berlangsung selama tujuh hari itu menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya memajukan kerja sama antar negara Asia-Afrika di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan, membantu perjuangan melawan imperialisme, serta menjunjung tinggi keberadaan hak asasi manusia, serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.


Hasil dari pertemuan tersebut juga mengeluarkan sebuah Deklarasi yang berisi:

1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa

3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil

4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain

5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB

6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain

7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara

8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama

10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional


Pada pertemuan kedua di Bandung dan Jakarta, dari tanggal 19 – 24 April 2005 diadakan untuk memperingati lima puluh tahun berdirinya KAA sejak pertemuan yang pertama.


Kala itu, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekjen PBB, Kofi Annan, Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi, Presiden Tiongkok, Hu Jintao, Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, Presiden Afganistan, Hamid Karzai, Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah dan Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki ikut hadir di Bandung dalam pertemuan itu.


Hasil dari pertemuan tersebut adalah menghasilkan New Asian-African Strategic Partnership (NAASP), Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika, yang diharapkan dapat membawa Asia danAfrika menuju masa depan yang lebih baik.


Dan pertemuan ketiga yang berlangsung di tanggal 19 – 23 April 2015 dilaksanakan masih didua kota yang sama, yakni Jakarta dan Bandung (24 April 2015).


Agenda pertemuan KAA kali ini berupa "Asia-Africa Business Summit" dan "Asia-Africa Carnival". Saat itu KTT Asia – Afrika ini diikuti oleh 89 kepala pemerintahan dari 109 negara di kawasan Asia dan Afrika. Dan terdapat 17 negara pengamat dan 20 organisasi internasional, dan 1.426 perwakilan media domestik dan asing.


Untuk hasil dari Konferensi Asia Afrika yang ketiga ini berisi 3 dokumen, yakni Pesan Bandung (Bandung Message), Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP) dan Deklarasi kemerdekaan Palestina.


Daftar Negara Anggota Konferensi Asia Afrika

1. Afganistan

2. Arab Saudi

3. Myanmar

4. Sri Lanka

5. Republik Rakyat Tiongkok

6. Etopia

7. India

8. Indonesia

9. Irak

10. Iran

11. Jepang

12. Kamboja

13. Laos

14. Templat:Country data LEB

15. Liberia

16. Libya

17. Mesir

18. Nepal

19. Pakistan

20. Filipina

21. Siprus

22. Republik Sudan

23. Suriah

24. Thailand

25. Turki

26. Republik Demokratik Vietnam

27. Negara Vietnam (Republik Vietnam)

28. Kerajaan Mutawakkilīyah Yaman

29. Yordania

Posting Komentar

0 Komentar