Langsung ke konten utama

Organisasi OECD, Pengertian, Tujuan, Sejarah dan Daftar Anggota

  OECD atau Organization for Economic Co-operation and Development yang merupakan salah satu organisasi multi negara yang didirikan untuk mempererat kerjasama dan pembangunan ekonomi antar negara demi terwujudnya stabilitas perekonomian yang berkelanjutan. Dalam artikel berikut ini, kami dan Shenina Cinnamon akan membahas tentang organisasi OECD, lengekap dengan pengertian, tujuan, sejarah dan daftar anggotanya. Langsung simak ulasan di bawah ini yuk. Pengertian OECD Pengertian OECD secara umum merupakan sebuah organisasi internasional yang dibentuk dalam rangka berkoordinasi dalam hal pembangunan ekonomi dan lainnya agar tercipta keadaan dan tenteram sejahtera. Negara yang ada di dunia ini terbagi menjadi dua kategori, negara maju dan berkembang. Ketika suatu negara tengah mengalami kesulitan, maka negara lain baik negara maju atau berkembang harus saling bahu membahu. Sejarah Pendirian OECD Organisasi OECD dibentuk pasca perang Dunia II, yaitu sekitar tahun 1961. Dahulun

Isi Deklarasi Konferensi Asia – Afrika (KAA)


Konferensi Asia – Afrika adalah  sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Pertemuan pertama yang berlangsung antara 18 – 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia, dipelopori oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India dan Pakistan.


Pertemuan yang berlangsung selama tujuh hari itu menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya memajukan kerja sama antar negara Asia-Afrika di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan, membantu perjuangan melawan imperialisme, serta menjunjung tinggi keberadaan hak asasi manusia, serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.


Hasil dari pertemuan tersebut juga mengeluarkan sebuah Deklarasi yang berisi:

1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa

3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil

4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain

5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB

6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain

7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara

8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama

10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional


Pada pertemuan kedua di Bandung dan Jakarta, dari tanggal 19 – 24 April 2005 diadakan untuk memperingati lima puluh tahun berdirinya KAA sejak pertemuan yang pertama.


Kala itu, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekjen PBB, Kofi Annan, Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi, Presiden Tiongkok, Hu Jintao, Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, Presiden Afganistan, Hamid Karzai, Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah dan Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki ikut hadir di Bandung dalam pertemuan itu.


Hasil dari pertemuan tersebut adalah menghasilkan New Asian-African Strategic Partnership (NAASP), Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika, yang diharapkan dapat membawa Asia danAfrika menuju masa depan yang lebih baik.


Dan pertemuan ketiga yang berlangsung di tanggal 19 – 23 April 2015 dilaksanakan masih didua kota yang sama, yakni Jakarta dan Bandung (24 April 2015).


Agenda pertemuan KAA kali ini berupa "Asia-Africa Business Summit" dan "Asia-Africa Carnival". Saat itu KTT Asia – Afrika ini diikuti oleh 89 kepala pemerintahan dari 109 negara di kawasan Asia dan Afrika. Dan terdapat 17 negara pengamat dan 20 organisasi internasional, dan 1.426 perwakilan media domestik dan asing.


Untuk hasil dari Konferensi Asia Afrika yang ketiga ini berisi 3 dokumen, yakni Pesan Bandung (Bandung Message), Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP) dan Deklarasi kemerdekaan Palestina.


Daftar Negara Anggota Konferensi Asia Afrika

1. Afganistan

2. Arab Saudi

3. Myanmar

4. Sri Lanka

5. Republik Rakyat Tiongkok

6. Etopia

7. India

8. Indonesia

9. Irak

10. Iran

11. Jepang

12. Kamboja

13. Laos

14. Templat:Country data LEB

15. Liberia

16. Libya

17. Mesir

18. Nepal

19. Pakistan

20. Filipina

21. Siprus

22. Republik Sudan

23. Suriah

24. Thailand

25. Turki

26. Republik Demokratik Vietnam

27. Negara Vietnam (Republik Vietnam)

28. Kerajaan Mutawakkilīyah Yaman

29. Yordania

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Presiden RI ke-2, Soeharto sang Bapak Pembangunan

Jendral Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto, yang kita kenal sebagai Bapak Pembangunan, lahir pada tanggal 8 Juni 1921, di Yogyakarta. Presiden Soeharto adalah Presiden RI ke-2, menggantikan Presiden RI pertama, Seokarno. Soeharto lahir dari pasangan Kertosudiro, sang ayah yang berprofesi sebagai petani dan pembantu lurah, serta Sukirah, sang ibu. Namun, kabar kebenaran akan ayah kandung dari Soeharto masih menjadi sebuah pertanyaan besar. Karena beberapa sumber mengatakan bahwa, Soeharto yang pada saat itu berumur 6 tahun dibuang ke desa dan diasuh oleh Kertasudiro. Soeharto muda pernah bersekolah di Sekolah desa (SD) Puluhan , Godean. Kemudian pindah ke SD Pedes, dikarenakan sang ibu dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah ke Kemusuk, Kidul. Akan tetapi, Kertosudiro memindahkannya ke Wuryantoro, serta dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantra tani. Hingga akhirnya beliau terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Te

Biografi Singkat Kepala Negara Singapura, Lee Kuan Yew

Singapura adalah salah satu Negara kepulauan yang berada di ujung selatan Semenanjung Malaya, berjarak 137 km dari utara Khatulistiwa di Asia Tenggara. Republik Singapura di pisahkan oleh Negara Malaysia melalui Selat Johor di Utara dan Kepulauan Riau, Indonesia melalui Selat Singapura di Selatan. Kepala pemerintahan Negara Singapura adalah seorang Perdana Menteri. Perdana Menteri di Negeri Singa ini merupakan tokoh politik yang paling kuat dan paling berpengaruh. Singapura termasuk pusat perekonomian terbesar ketiga di dunia dan sudah menjadi kota metropolitan internasional yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan perekonomian internasional. Semua pencapaian yang diraih Negeri Singa ini tidak terlepas dari peran kepala pemerintahan Negara Singapura. Salah satu kepala Negara Singapura yang sangat berpengaruh dalam memajukan Singapura adalah Perdana Menteri pertama Negeri Singa, yaitu Lee Kuan Yew. Pengen tahu lebih banyak tentang Lee Kuan Yew? Berikut biografi singkat kepala N

Daftar Nama Negara Anggota PBB

Berdiri sejak 24 Oktober 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki tujuan utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia tidak hanya menaungi negara-negara yang menjadi anggotanya saja. Organisasi ini juga turut menaungi organisasi dunia lainnya yang juga mendukung kepentingan internasional antar negara, baik dibidang kesehatan, pendidikan, anak-anak dan masih banyak lagi. Awal berdirinya organisasi ini untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang dianggap telah gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II dari tahun 1939 – 1945. Bermula dibawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di tahun 1939, Franklin D. Roosevelt dipercaya menjadi orang pertama yang mencetuskan istilah United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa / PBB). Dan istilah tersebut diresmikan pada tanggal 1 Januari 1942, disaat terdapat 26 pemerintah negara yang berjanji untuk melanjutkan usaha perang dengan menandatangani Piagam Atlantik . Isi Piagam tersebut mencakup: 1. Tidak dibenarkan adanya usah